RSS

FOTO-FOTO 13 APRIL 2013

13 Apr

Bangga, haru, bahagia…!

kata-kata itu tak cukup untuk mewakili perasaan para penulis Buku ‘Analekta Beruq-beruq’ (Perempuan Mandar Menjawab) hari ini. Betapa tidak,  hari ini karya mereka  dalam buku tersebut dibedah dan diapresiasi di hadapan pada undangan yang memenuhi gedung Cadika, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Barisan penulis yang menjadi duta  hari ini adalah kindoq/kandiq: Sri Musdikawati (Polewali), Mahdiah Mahlil (Makassar), Naim Irmayani (Wonomulyo), Alvi Yanita (Lampa), Fikriah Mahyaddin (Campalagian), dan Irma Yulia Madjid (Majene).  Peluncuran dan Bedah buku ini mengawali safari bedah  buku yang telah diagendakan dilangsungkan di beberapa kota di Sulawesi Barat seperti Tinambung, Majene, dan Mamuju. Salah satu agenda yang dinanti-nantikan juga adalah memenuhi undangan untuk mengisi acara Tirai Budaya di TVRI Makassar dalam bulan ini. Yang mau tau jadwal safari bedah bukunya, “stay tuned” di sini ya! ^_^ . Atau, bergabunglah di grup FB Kappung Beruq-beruq🙂

Yang mau tau bagaimana suasana peluncuran dan bedah bukunya, ini dia sebagian foto-fotonya…linfo dan foto lainnya menyusul😉

menjelang pembukaan acara. ki-ka: Irma Yulia Madjid, Sri Musdikawati, Mahdiah Mahlil, Naim Irmayani, Alvi Yanita

menjelang pembukaan acara. ki-ka: Irma Yulia Madjid, Sri Musdikawati, Mahdiah Mahlil, Naim Irmayani, Alvi Yanita

Senyumnya maut semua ya? Aih..aihh..gregetan liatnya😀. Kostumnya juga kompak. Atasan putih (warna beruq-beruq/melati), bawahan lipaq sabbe (sarung sutera) dengan corak khas Mandar, dan jilbab pink! Weleh weleh…tangkismi itu!  Pakai lipaq sabbe adalah idenya kindoq Sri Musdikawati, untuk memasyarakatkan lipaq tradisional Mandar tersebut. Masa` cuma dipake` kondangan doang? hehe…jempol deh!

nah, foto yang ini pula laporan dari sekretaris panitia pelaksana, kindoq Mahdiah Mahlil, mewakili ketua panitia pelaksana, kindoq Arniyati Amin), yang berhalangan hadir. Tapi doa dan spirit kindoq ketua panitia tetap “hadir” dalam acara ini🙂.

Mahdiah Mahlil

Mahdiah Mahlil

yang ini pula panelis acara, pemateri dan pembanding: M. Syariat Tajuddin (Ketua Dewan Kesenian Mandar-Sulbar) dan M.Ridwan Alimuddin (penulis dan pengurus Dewan Kebudaan Mandar-DKM SB).  Kedua orang ni bukan orang “sembarangan” di Mandar,. mereka penulis buku dan penggiat budaya🙂. Yang menyerahkan piagam penghargaan itu juga “bukan perempuan biasa”, ketua Yayasan Darputri.

penyerahan piagam penghargaan sebagai pemateri dan pembanding (ki-ka: M.Ridwan Alimuddin, M.Syariat Tajuddin, Sri Musdikawati)

penyerahan piagam penghargaan sebagai pemateri dan pembanding (ki-ka: M.Ridwan Alimuddin, M.Syariat Tajuddin, Sri Musdikawati)

ini foto panelis dan perwakilan penulis di atas panggung…pas lagi ngomong apa ya puaq Ridwan Alimuddin itu? hihihi ^_^

bedah buku oleh pemateri dan membanding

bedah buku oleh pemateri dan membanding

berpose dengan panitia. Yang di tengah berpakaian adat Mandar, Baju Pokko, itu adalah pengisi acara dari Sanggar Darputri

para penulis, pengisi acara, dan panpel

para penulis, pengisi acara, dan panpel

menyanyikan lagu ‘Sarombonna beruq-beruq’ dan ‘Litaqna Mandar’

Kiki - Puput -Munti -Amri (gitaris)

Kiki – Puput -Munti -Amri (gitaris)

foto-foto tomalolo lainnya…

Irma Yulia Madjid & Alvi Yanita

Irma Yulia Madjid & Alvi Yanita

dengan pendukung acara, ki-ka: kak’ Ari, Muhammad Ridwan Alimuddin, Subair Sunar, Amri Makarruba, A.Rannu, M. Syariat Tajuddin, Mochtar Aco (?).  perempuan dari kiri: Kandiq Yulia Madjid, kindo’ Mahdiah Mahlil, kindo’ Sri Musdikawati,kandiq Naim Irmayani Comel, kandiq Alvi Yanita dan kandiq Fikriyah Mahyaddin.

dengan pendukung acara:  k' Ari, Kama' Muhammad Ridwan Alimuddin, pak Subair, (tidak tahuka' namanya yang pakai baju orange,hehe), pak A.rannu, pak syariat tajuddin, (kurang tahuka' juga namanya yang di sampingnya) lalu yang perempuan dari kiri ----> Kindo' Yulia Madjid, kindo' Mahdiah Mahlil, kindo' Sri Musdikawati, kindo' Naim Irmayani Comel, Alvi Yanita dan kindo' Fikriyah . . .  penulis dan para pendukung acara. Tarima kasih iyanasangna!

 .
penulis dan para pendukung acara. Tarima kasih iyanasangna!

Irma Yulia & Naim Irmayani dengan piagam penghargaan mereka sebagai penulis buku ABB

Irma Yulia & Naim Irmayani dengan piagam penghargaan mereka sebagai penulis buku ABB

Foto berikut ini salah satu bintang acara. Kata sambutannya berhasil membawa suasana haru dan syahdu hingga ada yang mengeluarkan air mata. Tak bisa kubayangkan bagaimana suaranya plus wajah manisnya itu membuat hadirin terkesima plus kata-kata yang keluar dari bibirnya. mau tau apa isi kata sambutannya? Baca di bawah ini…

kata sambutan mewakili penulis.

kata sambutan mewakili penulis.

(kata sambutan Irma Yulia Madjid)

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang terhormat….
Yang kami hormati…
Hadirin tamu undangan yang berbahagia
Serta yang paling berbahagia rekan-rekan sesama penulis yang pada hari ini akan membuat sejarah , pertama kali di tanah Mandar dengan meluncurkan buku dengan judul ‘Analekta Beruq-beruq’. Buku yang hampir sebahagian besar penulis nya adalah perempuan-perempuan Mandar . Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang Maha pengasih dan penyayang, yang telah memberikan kepada kita semua nikmat yang begitu banyak sehingga pada hari yang sangat berbahagia ini kita semua dapat hadir untuk menjadi bagian dari sejarah peluncuran buku Analekta beruq-beruq.
Salam dan shalawat kita kirimkan kepada junjungan kita Muhammad SAW beserta para sahabat dan Akhlul bait.
Hadirin yang saya hormati
Terbitnya tulisan perempuan-perempuan mandar ini menjadi jawaban atas persepsi bahwa dunia intelektual kita hanya menjadi milik kaum lelaki. Kita kaum wanita hanya dibolehkan berdiam diri di rumah dan mengurus rumah tangga. Hari ini, hadirin sekalian akan menyaksikan lahirnya karya nyata dari perempuan-perempuan mandar yang menjawab sekaligus mematahkan persepsi tersebut. Saya ingin mengutip prakata dari buku ABB ini bahwa buku ini ibarat untaian melati yang dalam bahasa mandar disebut beruq-beruq. Ia tidak  membosankan, semakin lama semakin semerbak, seperti tersbut dalam aforisma mandar ; beruq-beruq..minang malassu minang sarombong sarrinna. Dan sejujurnya saya sangat terharu dan menitikkan air mata bahwa hari ini kita di sini menorehkan sejarah untuk pertama kali di tanah mandar.

Hadirin yang sama berbahagia
Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita singkat tentang awal lahirnya karya dari perempuan-perempuan mandar ini. Ide ini berawal dari kindo’ unis sagena bersama dengan kindo’kindo yang lain seperti Arniyati Amin yang melihat perkembangan literasi di Sulawesi barat mulai marak namun belum ada media untuk memunculkan dikhalayak. Sehingga mengawali dengan pengiriman undangan di media social secara online seperti facebook, email, bbm yang mengajak perempuan-perempuan untuk menulis dan dibebaskan mengangkat menulis apa saja sesuai dengan tema yang diberikan.
Singkat cerita, setelah terkumpul perempuan-perempuan yang ingin menulis ini, maka oleh kindo’-kindo’ tersebut membuat grup di facebook, yang bernama Kampung Beruq-Beruq. Perempuan-perempuan yang mengirimkan karya tulisan mereka harus memposting ke grup KBB. Dari situ, tulisan kita akan di koreksi, ditanggapi, diberi usulan dan perbaikan, dikritik oleh anggota KBB yang lain yang punya ilmu menulis atau sudah berpengalaman sebelumnya, membimbing dengan sabar dan rendah hati. Bagi kita yang penulis pemula, harus bisa menerima dengan hati terbuka ketika karya pertama kita di obok-obok hingga mengalami perubahan, penambahan, atau pengurangan. Terlepas dari itu semua, hal ini demi sempurnanya tulisan kita.
Setelah melalui tahap tersebut di atas, maka dicetak lah semua ide-ide tulisan perempuan-perempuan yang sudah melalui proses seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam sebuah buku yang diberi nama Analekta Beru-beru. Hingga sampai sekarang melalui tahapan peluncuran buku juga melalui diskusi yang cukup lama. Demi suksesnya acara kita ini. Kita boleh berbangga, bahwa Kabupaten Polewali menjadi Kabupaten yang pertama diadakan nya peluncuran serta diskusi buku Analekta Beru-beru ini.
Hadirin yang saya hormati.
Demikianlah sekilas cerita singkat kenapa buku ini terbit. Dan pada akhirnya kita semua di sini akan terlibat dan menyaksikan peluncuran perdana buku ABB. Kegiatan serupa juga akan diadakan di Kabupaten-kabupaten lain seperti Majene dan Mamuju. Selanjutnya, saat ini sudah mulai dipikirkan lagi untuk menerbitkan buku ke 2 yang merupakan lanjutan dari buku ini dengan melibatkan penulis-penulis yang ada di buku 1 serta mengajak perempuan-perempuan mandar yang lain untuk ikut bergabung. Insha Allah, mohon dukungan dari teman-teman agar buku 2 segera diluncurkan, berharap akan menyajikan yang lebih baik dan lebih bagus lagi dibanding buku 1.
Terima kasih atas apresiasi dari berbagai pihak yang sudah membantu dari terbitnya buku ini sampai diluncurkan nya hari ini. Terima kasih juga kepada donator dan penyantun, para sponsor acara ini, serta pihak-pihak lain yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu yang telah mendukung hingga acara ini sukses.  Sebelum saya akhiri sambutan ini, saya ingin membacakan pesan kindo unis sagena yang beliau kirimkan semalam lewat blackberry messenger; Mandar..berbanggalah pada perempuanmu yang mewangikanmu…perempuan berbanggalah pada amandaranmu ,,terbanglah setinggi mungkin, namun jangan lupakan akarmu..

Demikianlah sambutan yang dapat kami sampaikan mewakili penulis lain. Mohon maaf jika ada kekeliruan.
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamuaalaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tags: , , , , ,

9 responses to “FOTO-FOTO 13 APRIL 2013

  1. nur hira abdul kadir

    April 13, 2013 at 10:10 pm

    tidak sempat hadir secara jasadi di sana,

    tetapi kebahagiaan dan kehangatan yang dipancarkan oleh semerbak semangat dan karya melati Mandar terasa begitu harum di pagi ini, musim gugur Australia Selatan.

    Salam beruq-beruq !

     
  2. YN. Sultan

    April 14, 2013 at 1:14 am

    Gak bisa ngomong apa2, ini baru langkah awal bangkitnya kaum Perempuan Mandar. Sebagai insan yang sudah sekian lama serasa hilang kontak ragawi dengan tanah kelahiran, ajakan untuk bergabung, berbagi (sejujurnya saya yang “dibagi” ilmu) dan belajar di komunitas dahsyat ini membuat saya merasa kaya sebagai perempuan. Ajakan, tepatnya todongan membuat tulisan dari sang auditor (Unis Sagena) merobohkan mental block saya bahwa ternyata bisa kok keluar dari zona nyaman kebiasaan menulis selama ini hehehehe (tantangan keduanya untuk menulis fiksi rasanya akan lebih membuat saya terlempar semakin jauh dari zona nyaman itu).
    Belajar lebih banyak (big thanks utk suhu puisiku, Kindo’ Arniyati) dan menantang diri sendiri, apa coba yg lebih hebat dari zona roller coaster ini? I love this😀
    Sekali lagi, dari dasar lubuk hati yang terdalam, terima kasih untuk uluran persahabatan dan ajakan untuk bergabung dalam komunitas hebat ini. Salama’ Ki’ iyanasanna, Kindo’, Kanda & Kandi’.

     
    • Unis Sagena

      April 15, 2013 at 7:47 am

      saya suka menodong orang seperti qita, bisa segera tertodong hehehe…saya yag harus berterima kasih atas wakaf waktu yg kindo Yunike luangkan beberapa malam tu maraton email2an. saya merasakan energi luar biasa padahal dah tak tidur 1 hari wakakak…

      *standing applaus for you all, kindoq2 kandiq!!

       
  3. Faat Syafaat

    May 15, 2013 at 9:40 pm

    Kk Alvy membuat sya terharu!!

     
    • Unis Sagena

      May 17, 2013 at 4:52 pm

      ya, Alvi memang penulis berbakat. terima kasih sudah berkunjung di blog ni🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: