RSS

PULANG

Image.

Tidak mudah untuk menemukan kembali semua yang telah berlalu ketika pulang. Rumputan yang mulai tinggi, bukan rumputan yang dulu ku tinggalkan. Di semaknya mulai berumah semut, cacing tanah dan serangga pasir. Tetapi bukan yang dulu ku sapa pagi dan sore.

Tidak mudah menempatkan kerinduan dalam sebuah bingkai yang tak lagi sama. Senyum pak tua di ujung jalan menuju rumahku, bukan seyum yang sama yang ku lihat terakhir kali lepas dari kelokan jalan. Bahkan hujan yang jatuh di atap, hanya memanggilkan sesuatu yang dulu, dulu yang telah berlalu.

Sebentuk rindu menyusun diri di setiap sudut yang kupandang, pada setiap benda dalam ruang. Di kelokan jalan dan wajah-wajah. Pada apa yang sebenarnya telah berlalu dan tak sepenuhnya kumengerti

Bakung, Isya, after the OpenScienceMeeting Day 1

 

 
Leave a comment

Posted by on January 27, 2014 in Uncategorized

 

Tags:

NARSIS BERSAMA ABB (SURABAYA)

Sitti Alwiyah Yahya

Sitti Alwiyah Yahya

Sahabat yang satu ini adalah salah satu pendukung setia sejak dimulainya proyek buku ABB – Analekta Beru-beruq (Perempuan Mandar Menjawab). Namanya, Sitti Alwiyah Yahya (Wiwik), sejak awal sudah terdata sebagai calon kontributor buku antologi esai pertama para penulis asal Mandar (Sulbar) itu. Namun, kesibukannya sebagai orang kantoran dengan beban kerja menumpuk (hingga sering lembur) menjadi penghalang, hingga akhirnya dia ketinggalan dalam buku proyek pertama di grup literasi Kappung Beruq-beruq (KBB) itu. Tapi sepanjang proses penggarapan buku tersebut, dia tetap memberi perhatian di balik layar, misalnya dengan bersikap “cerewet” ke editornya. Macam-macam yang ditanyakan:

“Sudah sampe mana bukunya?”

jangko terlalu begadang, monge` ao,kindoq!”

“Jadi mi kah? Pesan memangka nah!”

“Manami? Jangan lupa kirim ke Surabaya ya!”

Walhasil, begitu buku ‘Analekta Beruq-beruq terbit, dia termasuk orang pertama kukabari. Pada saat pemesan buku ABB dari luar Sulselbar hanya memesan 1-2 buku, dia langsung mengiyakan saat ditodong untuk memborong lima buku! (nyesel saya tak todong beli sepuluh buku sekalian :p ).  Saya tahu, dia tidak terlalu berkepentingan memiliki buku itu, namun itulah bentuk dukungannya terhadap proyek sosial kami itu. Padahal (saya curiga) dia kurang waktu untuk membaca, apalagi tulisan yang berat-berat, pasti langsung ngantuk😀 (coba saja tanyakan, dia pasti ngaku hihihi…:p )

Selepas buku ‘Analekta Beruq-beruq’ tiba di tangannya, dengan senang hati dia berfoto narsis saat membacanya dan mengirimi saya via BBM. Komennya? Sebagai perempuan Mandar yang sudah lama domisili di daerah rantau, dia bangga bisa membaca karya antologi pertama para perempuan Mandar itu. Apalagi beberapa penulis dalam buku itu adalah kawan-kawan SMA-nya dahulu yang juga sekian tahun tidak bertemu.

So, untuk  Wiwik di Surabaya, terima kasih atas dukungannya selama ini dan karena telah memesan buku ABB.  Salam beruq-beruq, kindoq!

=============================

baca juga:Bedah Buku ‘Analekta Beruq-beruq’ di Mamuju TV

Coming Soon! Buku Analekta Beruq-beruq

Peluncuran dan bedah buku ABB di kota-Polewali (Polman)

Penulis Beruq-beruq di TVRI Makassar 

acara dialog interaktif penulis buku ABB di radio ST FT, Polman

 

Tags: , , , ,

BEDAH BUKU ‘ANALEKTA BERUQ-BERUQ’ DI MAMUJU TV

(Unis Sagena)
Hallo semua!
Ini dia info seputar acara bedah buku ‘Analekta Beruq-beruq’ (Perempuan Mandar Menjawab), Jumat, 10 Mei 2013 , di studio Mamuju TV yang berlokasi di Jl. Martadinata Tambayako, Mamuju, Sulawesi BaratKali ini, para kontributor buku ABB (Analekta Beruq-beruq) yang berjumlah 27 orang itu diwakili oleh tiga penulis: Ibu Sri Musdikawati (Polman), Alvi Yanita (Polman), dan Irma Yulia Madjid (Majene).  Adapun salah satu pematerinya adalah tokoh pemuda, Bapak Ali Chandra Apati Hasan (Wakil Ketua KNPI Prop. Sulbar.
Acara ini dimulai pukul 16:00 wita dan berakhir menjelang magrib. Bocoran dari Alvi Yanita menyatakan, acara ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari pihak KNPI Sulbar, Mamuju TV, dan peserta bedah buku yang kebanyakan dihadiri oleh mahasiswa.  Secara pribadi, Alvi merasa sangat bangga dan senang sekali, bukan hanya karena berada di studio Mamuju TV, tapi karena pernyataan-pernyataan dari pemateri yang sesekali membuatnya merinding – misalnya, dengan pernyataan, bahwa Andi Depu (mara’dia perempuan dan tokoh pahlawan Mandar) yang telah lama meninggal dunia, kini semangatnya dapat diihat lagi di diri para penulis ABB ini.
Adapun ponit-point pertanyaan kepada duta penulis ABB pada awal acara, antara lain (ni semua copas dari keterangan kandiq Alvi Yanita ya :)  :
1. Mengapa judul buku yang dipilih ‘Analekta Beruq-Beruq?’? (kira-kira begini bentuk pertanyaannya🙂 (pertanyaan ini dijawab dengan baik oleh tomalolo Irma Yulia Madjid)

2. Bagaimana awal mula grup Kappung Beruq-beruq (KBB) ini terbentuk? (pada bagian pertanyaan ini Alvi sendiri yang menjawabnya)

3. Apa kesan-kesan yang dapat penulis sampaikan? (pertanyaan ketiga ini dijawab masing-masing duta penulis)

4. Bagaimana cara mengumpulkan para penulis buku ‘Analekta Beruq-beruq’ ini? (bagian ini dijawab dengan jelas dan padat oleh kindoq to malaqbiqtaq Sri Musdikawati – tiga jempollll buatta’ kindoq, ternayata masussai dipilambiqi cara manjawabna kindoq Sri 😀 ).
5. Pesan apa yang bisa penulis bagikan kepada para peserta ? (ini pun dijawab masing-masing)
6. Apakah dalam buku ABB ini terdapat sebuah tulisan yang membahas tentang kearifan lokal Mandar itu sendiri?
7. Adakah wadah yang bisa disiapkan untuk kami mahasiswa/i yang gemar menulis? (nah pertanyaan ini hanya dijawab oleh  Yulia, sebab keterbatasan waktu yang ada sehingga hanya  mempersilahkan siapa saja yang gemar menulis untuk add akun FB di antara para penulis dan kemudian kami akan menambahkannya di grup KBB, dan wow . . . banyak yang minatttt perempuan-perempuan Mandar di Mamuju😉 )
Banyak lagi cerita seru dari duta penulis ABB dalam acara tersebut, tapi segitu dulu…kita langsung liat aja yuk foto-fotonya (matanggal  orang yang ngetik😀 )
menjelang acara dimulai

menjelang acara dimulai

Yang ini setelah acara selesai. Ketiga duta penulis ‘Analekta Beruq-beruq’ tetap kompak ber-lipaq sabbe’ (sarung sutera Mandar). Apalagi yang kompak? Senyum manisnya! Liatmi ^_^

berpose dengan pemateri dan Mamuju TV crew

berpose dengan pemateri dan Mamuju TV crews (ki-ka:…-nyusul  )

…dan acara foto-foto pun berlanjut….😀
Foto-foto lagi dengan Mamuju TV crew (ki-ka:....- nama2nya nyusul :D )

Foto-foto lagi dengan Mamuju TV crew (ki-ka:….- nama2nya nyusul😀 )

…ber-pose juga dengan host Mamuju TV…

ki-ka: Mira Pasolang, Alvi Yanita, ...?, Sri Musdikawati, Irma Yulia Madjid

ki-ka: Mira Pasolang, Alvi Yanita, …?, Sri Musdikawati, Irma Yulia Madjid

Nah, yang di bawah ini masing-masing duta penulis ABB  di-shoot tersendiri saat memberi jawaban masing-masing atas beberapa pertanyaan. Mau tau apa pertanyaan  dan jawabannya? Tunggu siarannya di Mamuju TV tak lama lagi!  (info menyusul😀 ). Kabarnya akan di-up load juga di youtube…so, siap-siap buka TV dan youtube ya!kindoq Sri Musdikawati

Sri Musdikawati

giliran “reporter” KBB, Alvi Yanita, menjalani sesi rekaman. Jangan ketinggalan tonton wajah manisnya ya!

Alvi Yanita

  Alvi Yanita

…trus shoot bertiga untuk promo buku ‘Analekta Beruq-beruq’ dan acara bedah buku oleh Mamuju TV. Kira-kira, kandiq Yulia pas ngomong begini:”…buku ini bisa dipesan via sms atau beli langsung pada kami bertiga. Bisa dapat tanda tangan dan foto bareng lho…!” (kalimat terakhir tu tambahan dari saya aja xixixii… ^_^ )

ki-ka: kandiq Irma Yulia Madjid, kindoq Sri  Musdikawati, kandiq Alvi Yanita

ki-ka:  Irma Yulia Madjid,  Sri Musdikawati,  Alvi Yanita

Acara berlanjut dengan dinner bersama Mamuju TV crews.  Tak ada info nih apa nama restorannya🙂
makan-makan...

makan-makan…

Demikianlah acara bedah buku “Analekta Beruq-beruq”. “Reporter” anda, Alvi Yanita, melaporkan dari kota Mamuju, ibu kota propinsi Sulawesi Barat. Kita kembali ke studio Mamuju TV    *halahh…! (mengigau ) :p

Untuk Mamuju TV, KNPI Sulbar, dan semua pihak yang mendukung terlaksananya acara ini, kami para penulis buku ABB dan keluarga besar KBB mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang mendalam.  Salam beruq-beruq semuanya!

Mamuju TV

Mamuju TV

Mamuju TV
===========

untuk memesan/membeli buku antologi perempuan Mandar/Sulbar ini, silahkan sms ke penulis-penulis  berikut:

Makassar dan sekitarnya: 081355296773 ( pin: 27FD21BA)  DAN 085796937608
Polman: 08124176705 (pin: 21E2E991)
Majene: 081338301177 (pin: 29D6AAC1)
Mamuju/tinambung: 081355432716 (pin: 27B5AA56)

Info lain seputar buku ini, klik di bawah ini:

Coming Soon! Buku Analekta Beruq-beruq

Peluncuran dan bedah buku ABB di kota-Polewali (Polman)

Penulis Beruq-beruq di TVRI Makassar 

acara dialog interaktif penulis buku ABB di radio ST FT, Polman

 
1 Comment

Posted by on May 11, 2013 in GALERI, PUSTAKA, Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

DIALOG INTERAKTIF PENULIS BERUQ-BERUQ DI RADIO ST FM

sorry lagi nih…postingan yang ini pun lambat di-share.Maklum, kemarin-kemarin (sok) sibuk…tapi, better late than never ‘kan?😉

Dialog interaktif di radio 93, 2 ST FM (Polewali) ini mengangkat tema “Perempuan Mandar Menjawab”, dilangsungkan hari Jumat, 12 April 2013.  Jadi, hanya sehari sebelum peluncuran dan bedah buku ‘Analekta Beruq-beruq’  (ABB) di gedung Cadika, Polman, Sulawesi Barat (13 April 2013).  Ada tiga penulis buku ABB yang menjadi nara sumber: kindoq Sri Musdikawati, kandiq Naim Irmayani, dan kindoq Mahdiah Mahlil.

Acara ini bisa terlaksana atas dukungan dari keluarga besar radio ST FM, khususnya Pak Rusman Tony dan Pak A. Rannu (yang menjadi host petang itu). Terima kasih ya, Bapak-bapak!

kita langsung liat foto-fotonya aja yuk di bawah ini…

ki-ka:kindoq Sri Musdikawati, kandiq Naim Irmayani, kindoq Mahdiah Mahlil

ki-ka:kindoq Sri Musdikawati, kandiq Naim Irmayani, kindoq Mahdiah Mahlil

 

foto di bawah: Ihhh…ditanya ini-itu, nara sumber sempat-sempatnya memperbaiki gaya ya? Betul-betul sadar kamera (kata host-nya)😀.

Suasana dalam studio ST FM

Suasana dalam studio ST FM

Bersiaran dari lantai 2 Gedung Gadis Polewali Mandar, Sulbar, dipandu oleh A. Rannu, salah satu penyiar ST FM yang menjadi host petang itu. Beliau juga adalah sahabat beberapa penulis buku ABB…

A. Rannu, penyiar ST FM

A. Rannu, penyiar ST FM

Jadi,  acara ON AIR di radio ST FM ini adalah acara pertama dari safari diskusi dan bedah buku ‘Analekta Beruq-beruq’, disusul dengan Peluncuran dan Bedah Buku keesokan harinya, 13 April 2013, (baca di sini), dan dialog budaya di TVRI Makassar pada tanggal 18 April 2013 (baca di sini). Insya Allah, safari akan berlanjut dengan diskusi dan bedah buku di TVRI Mamuju yang diagendakan pada tanggal 10 Mei 2013, di kota Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat.  Tunggu info selanjutnya ya!

Salam beruq-beruq!

 

 

 

Tags: , , , ,

PENULIS BERUQ-BERUQ DI TVRI MAKASSAR

Hai, semua! Apa kabar?

baik-baik ji toh?🙂

Kali ini kami ingin sharing info tentang kegiatan para penulis buku ‘Analekta Beruq-beruq’  (ABB) yang diundang mengisi acara ‘Tirai Budaya’ di TVRI Makassar, pada hari kamis, 18 April 2013, pukul 19.00 WITA. sudah lumayan lama sih, tapi baru sempat posting sekarang. tak apa, kan?🙂

jadi, ceritanya begini…setelah host acara tersebut, Pak Hasan Pinang (yang ternyata orang Mandar juga), melihat kami promo buku ABB tersebut di facebook, beliau tertarik untuk mengundang beberapa penulisnya untuk mengisi acara budaya tersebut. Sebelum ini,  budayawan Mandar yang biasanya diundang mengisi acara tersebut adalah tommuane Mandar (lelaki), jadi begitu tahu bahwa penulis buku ABB adalah para towaine (perempuan) Mandar, penulisnya pun diundang sebagai nara sumber.

Temanya  diangkat dari salah satu tulisan  dalam buku ABB, yaitu “Sibali Parri”, yang secara sederhana bisa diartikan “saling berbagi kesusahan”. Ia adalah sebuah konsep yang mengatur relasi lelaki-perempuan dalam konteks rumah tangga masyarakat Mandar. Jadi, antara suami-istri, ada “job description” yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan skill  masing-masing. Menarik `kan temanya? Apalagi sudah banyak generasi muda Mandar yang merasa asing dan mengaku tidak pernah mendengarnya. Kalaupun pernah dengar, tapi kabur dengan maknanya malah tak tahu bagaimana implementasinya dalam rumah tangga.

Nah, duta penulis ABB dalam acara tersebut adalah kindoq Sri Musdikawati (Polman) dan kindoq Mahdiah Mahlil (Makassar) yang memang memiliki pengetahuan mengenai “sibali parri'” dan sesuai dengan syarat yang diberikan oleh pihak TVRI, yaitu harus mahir berbahasa Mandar karena interview-nya dalam bahasa Mandar.  Cehh…ada yang ketar-ketir hatinya begitu tahu syaratnya gitu. Bayangkan kalau muncul di TV dengan bahasa Mandar yang bekko’ (kaku), apa kata dunia??  Bisa-bisa dibilang “Mandar palsu” Hihihi…😀.

Tapi, saya yakin (meskipun tak nonton live), semua pasti bisa ditangkis oleh dua penulis top itu ^_^ .  Dan tentunya menarik, apalagi kindoq Mahdiah tampil dengan kostum baju adat Mandar yang disebut “Baju Pokko”.  Warna merah lagi! Barani tongang, kindoq! 😀. Kompak dengan kindoq Sri Musdikawati yang juga ber-lipaq sabbe (sarung sutra) Mandar. Yang make-up pun salah satu penulis buku ABB, namanya kandi Naim Irmayani. Ternyata, jari-jemarinya tak hanya mahir menulis, tapi juga lincah mendandani orang. Betul-betul high quality jomblo!

Mau lihat hasilnya? Nih foto-foto mulai persiapan hingga selesai acara di TVRI tersebut…

dandan dulu...dibantu "indoq botting" muda yang cantik2

dandan dulu…dibantu “indoq botting” muda yang cantik2:Puput (jilbab marun), Munthy (jilbab hijau), Kiki (jilbab pink) –  Naim dan Hasrah yang tak kelihatan di layar

Kiki , sebelah kirix yg kudung hijau Munthy Dan yg jilbab merah hati Puput , yg tdk kelihatan Di layar Naim dan Hasrah

Selepas di-pammodei, tedenggg…! saatnya berhadapan dengan kamera dan lampu sorot. horeee…masuk tipi!  😀 …

on air...backround-nya menarik, host dan nara sumbernya sama-sama berpakaian adat

on air…backround-nya menarik, host dan nara sumbernya sama-sama berpakaian adat

selesai acara, foto-foto dulu dengan penulis ABB Makassar yang ikut hadir di studio. Juga dengan host-nya, Pak Hasan Pinang. Terima kasih, Pak! Kali lain, undang lagi yah!  ^_^

ki-ka: Naim Irmayani, Arniyati Amin, Ida Arianti Said, Mahdiah Mahlil, Sri Musikawati, Hasan Pining

ki-ka: Naim Irmayani, Arniyati Amin, Ida Arianti Said, Mahdiah Mahlil, Sri Musikawati, Hasan Pining

Upss…hampir lupa, hadir juga salah satu aktivis dan penulis beken Makassar, Ishak Salim, yang mendampingi istrinya, Ida Arianti Said, untuk kopi darat sesama penulis ABB di studio. Tuh orangnya yang pake’ baju kotak-kotak😀.

Ishak Salim dan penulis Beruq-beruq

Ishak Salim dan penulis Beruq-beruq

Segitu dulu infonya…tunggu postingan berikutnya ya. Yang ketinggalan berita dan belum liat foto-foto launching dan bedah buku ABB kemarin,atau kalau ada yang belum tahu mengenai buku ‘Analekta Beruq-beruq’ tersebut, silahkan baca-baca postingan sebelumnya, silahkan klik di bawah ini:

Coming Soon! Buku “Analekta Beruq-beruq”

Foto-Foto Launching dan Bedah Buku ABB

(Undangan)  peluncuran dan bedah buku ABB

Aforisma Mandar dalam buku ‘Analekta Beruq-beruq’

Narsis bersama ABB (Banjarmasin)

 

Tags: , , , ,

NARSIS BERSAMA ABB (BANJARMASIN)

Hai!

Buku ‘Analekta Beruq-beruq’ kini sudah dibaca di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saya dapat kiriman foto dari kindoq Erly Novita Sari Syuaib yang bertugas di sana. Setelah kiriman dari kindoq Mahdiah Mahlil (Makassar) tersebut telah tiba di  Kota Mutiara itu, Kindoq Erly langsung ber-pose bersama si bungsunya yang comel. Terima kasih ya telah memesan buku ‘Analekta Beruq-beruq’, semoga kerinduan pada kampung halaman sedikit terobati dengan membaca buku itu… ^_^.

terima kasih, Mami Erly. Salam beruq-beruq!

Erly Novita Sari Syuaib

erly 2
 
1 Comment

Posted by on April 16, 2013 in GALERI, PUSTAKA

 

FOTO-FOTO 13 APRIL 2013

Bangga, haru, bahagia…!

kata-kata itu tak cukup untuk mewakili perasaan para penulis Buku ‘Analekta Beruq-beruq’ (Perempuan Mandar Menjawab) hari ini. Betapa tidak,  hari ini karya mereka  dalam buku tersebut dibedah dan diapresiasi di hadapan pada undangan yang memenuhi gedung Cadika, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Barisan penulis yang menjadi duta  hari ini adalah kindoq/kandiq: Sri Musdikawati (Polewali), Mahdiah Mahlil (Makassar), Naim Irmayani (Wonomulyo), Alvi Yanita (Lampa), Fikriah Mahyaddin (Campalagian), dan Irma Yulia Madjid (Majene).  Peluncuran dan Bedah buku ini mengawali safari bedah  buku yang telah diagendakan dilangsungkan di beberapa kota di Sulawesi Barat seperti Tinambung, Majene, dan Mamuju. Salah satu agenda yang dinanti-nantikan juga adalah memenuhi undangan untuk mengisi acara Tirai Budaya di TVRI Makassar dalam bulan ini. Yang mau tau jadwal safari bedah bukunya, “stay tuned” di sini ya! ^_^ . Atau, bergabunglah di grup FB Kappung Beruq-beruq🙂

Yang mau tau bagaimana suasana peluncuran dan bedah bukunya, ini dia sebagian foto-fotonya…linfo dan foto lainnya menyusul😉

menjelang pembukaan acara. ki-ka: Irma Yulia Madjid, Sri Musdikawati, Mahdiah Mahlil, Naim Irmayani, Alvi Yanita

menjelang pembukaan acara. ki-ka: Irma Yulia Madjid, Sri Musdikawati, Mahdiah Mahlil, Naim Irmayani, Alvi Yanita

Senyumnya maut semua ya? Aih..aihh..gregetan liatnya😀. Kostumnya juga kompak. Atasan putih (warna beruq-beruq/melati), bawahan lipaq sabbe (sarung sutera) dengan corak khas Mandar, dan jilbab pink! Weleh weleh…tangkismi itu!  Pakai lipaq sabbe adalah idenya kindoq Sri Musdikawati, untuk memasyarakatkan lipaq tradisional Mandar tersebut. Masa` cuma dipake` kondangan doang? hehe…jempol deh!

nah, foto yang ini pula laporan dari sekretaris panitia pelaksana, kindoq Mahdiah Mahlil, mewakili ketua panitia pelaksana, kindoq Arniyati Amin), yang berhalangan hadir. Tapi doa dan spirit kindoq ketua panitia tetap “hadir” dalam acara ini🙂.

Mahdiah Mahlil

Mahdiah Mahlil

yang ini pula panelis acara, pemateri dan pembanding: M. Syariat Tajuddin (Ketua Dewan Kesenian Mandar-Sulbar) dan M.Ridwan Alimuddin (penulis dan pengurus Dewan Kebudaan Mandar-DKM SB).  Kedua orang ni bukan orang “sembarangan” di Mandar,. mereka penulis buku dan penggiat budaya🙂. Yang menyerahkan piagam penghargaan itu juga “bukan perempuan biasa”, ketua Yayasan Darputri.

penyerahan piagam penghargaan sebagai pemateri dan pembanding (ki-ka: M.Ridwan Alimuddin, M.Syariat Tajuddin, Sri Musdikawati)

penyerahan piagam penghargaan sebagai pemateri dan pembanding (ki-ka: M.Ridwan Alimuddin, M.Syariat Tajuddin, Sri Musdikawati)

ini foto panelis dan perwakilan penulis di atas panggung…pas lagi ngomong apa ya puaq Ridwan Alimuddin itu? hihihi ^_^

bedah buku oleh pemateri dan membanding

bedah buku oleh pemateri dan membanding

berpose dengan panitia. Yang di tengah berpakaian adat Mandar, Baju Pokko, itu adalah pengisi acara dari Sanggar Darputri

para penulis, pengisi acara, dan panpel

para penulis, pengisi acara, dan panpel

menyanyikan lagu ‘Sarombonna beruq-beruq’ dan ‘Litaqna Mandar’

Kiki - Puput -Munti -Amri (gitaris)

Kiki – Puput -Munti -Amri (gitaris)

foto-foto tomalolo lainnya…

Irma Yulia Madjid & Alvi Yanita

Irma Yulia Madjid & Alvi Yanita

dengan pendukung acara, ki-ka: kak’ Ari, Muhammad Ridwan Alimuddin, Subair Sunar, Amri Makarruba, A.Rannu, M. Syariat Tajuddin, Mochtar Aco (?).  perempuan dari kiri: Kandiq Yulia Madjid, kindo’ Mahdiah Mahlil, kindo’ Sri Musdikawati,kandiq Naim Irmayani Comel, kandiq Alvi Yanita dan kandiq Fikriyah Mahyaddin.

dengan pendukung acara:  k' Ari, Kama' Muhammad Ridwan Alimuddin, pak Subair, (tidak tahuka' namanya yang pakai baju orange,hehe), pak A.rannu, pak syariat tajuddin, (kurang tahuka' juga namanya yang di sampingnya) lalu yang perempuan dari kiri ----> Kindo' Yulia Madjid, kindo' Mahdiah Mahlil, kindo' Sri Musdikawati, kindo' Naim Irmayani Comel, Alvi Yanita dan kindo' Fikriyah . . .  penulis dan para pendukung acara. Tarima kasih iyanasangna!

 .
penulis dan para pendukung acara. Tarima kasih iyanasangna!

Irma Yulia & Naim Irmayani dengan piagam penghargaan mereka sebagai penulis buku ABB

Irma Yulia & Naim Irmayani dengan piagam penghargaan mereka sebagai penulis buku ABB

Foto berikut ini salah satu bintang acara. Kata sambutannya berhasil membawa suasana haru dan syahdu hingga ada yang mengeluarkan air mata. Tak bisa kubayangkan bagaimana suaranya plus wajah manisnya itu membuat hadirin terkesima plus kata-kata yang keluar dari bibirnya. mau tau apa isi kata sambutannya? Baca di bawah ini…

kata sambutan mewakili penulis.

kata sambutan mewakili penulis.

(kata sambutan Irma Yulia Madjid)

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang terhormat….
Yang kami hormati…
Hadirin tamu undangan yang berbahagia
Serta yang paling berbahagia rekan-rekan sesama penulis yang pada hari ini akan membuat sejarah , pertama kali di tanah Mandar dengan meluncurkan buku dengan judul ‘Analekta Beruq-beruq’. Buku yang hampir sebahagian besar penulis nya adalah perempuan-perempuan Mandar . Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang Maha pengasih dan penyayang, yang telah memberikan kepada kita semua nikmat yang begitu banyak sehingga pada hari yang sangat berbahagia ini kita semua dapat hadir untuk menjadi bagian dari sejarah peluncuran buku Analekta beruq-beruq.
Salam dan shalawat kita kirimkan kepada junjungan kita Muhammad SAW beserta para sahabat dan Akhlul bait.
Hadirin yang saya hormati
Terbitnya tulisan perempuan-perempuan mandar ini menjadi jawaban atas persepsi bahwa dunia intelektual kita hanya menjadi milik kaum lelaki. Kita kaum wanita hanya dibolehkan berdiam diri di rumah dan mengurus rumah tangga. Hari ini, hadirin sekalian akan menyaksikan lahirnya karya nyata dari perempuan-perempuan mandar yang menjawab sekaligus mematahkan persepsi tersebut. Saya ingin mengutip prakata dari buku ABB ini bahwa buku ini ibarat untaian melati yang dalam bahasa mandar disebut beruq-beruq. Ia tidak  membosankan, semakin lama semakin semerbak, seperti tersbut dalam aforisma mandar ; beruq-beruq..minang malassu minang sarombong sarrinna. Dan sejujurnya saya sangat terharu dan menitikkan air mata bahwa hari ini kita di sini menorehkan sejarah untuk pertama kali di tanah mandar.

Hadirin yang sama berbahagia
Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita singkat tentang awal lahirnya karya dari perempuan-perempuan mandar ini. Ide ini berawal dari kindo’ unis sagena bersama dengan kindo’kindo yang lain seperti Arniyati Amin yang melihat perkembangan literasi di Sulawesi barat mulai marak namun belum ada media untuk memunculkan dikhalayak. Sehingga mengawali dengan pengiriman undangan di media social secara online seperti facebook, email, bbm yang mengajak perempuan-perempuan untuk menulis dan dibebaskan mengangkat menulis apa saja sesuai dengan tema yang diberikan.
Singkat cerita, setelah terkumpul perempuan-perempuan yang ingin menulis ini, maka oleh kindo’-kindo’ tersebut membuat grup di facebook, yang bernama Kampung Beruq-Beruq. Perempuan-perempuan yang mengirimkan karya tulisan mereka harus memposting ke grup KBB. Dari situ, tulisan kita akan di koreksi, ditanggapi, diberi usulan dan perbaikan, dikritik oleh anggota KBB yang lain yang punya ilmu menulis atau sudah berpengalaman sebelumnya, membimbing dengan sabar dan rendah hati. Bagi kita yang penulis pemula, harus bisa menerima dengan hati terbuka ketika karya pertama kita di obok-obok hingga mengalami perubahan, penambahan, atau pengurangan. Terlepas dari itu semua, hal ini demi sempurnanya tulisan kita.
Setelah melalui tahap tersebut di atas, maka dicetak lah semua ide-ide tulisan perempuan-perempuan yang sudah melalui proses seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam sebuah buku yang diberi nama Analekta Beru-beru. Hingga sampai sekarang melalui tahapan peluncuran buku juga melalui diskusi yang cukup lama. Demi suksesnya acara kita ini. Kita boleh berbangga, bahwa Kabupaten Polewali menjadi Kabupaten yang pertama diadakan nya peluncuran serta diskusi buku Analekta Beru-beru ini.
Hadirin yang saya hormati.
Demikianlah sekilas cerita singkat kenapa buku ini terbit. Dan pada akhirnya kita semua di sini akan terlibat dan menyaksikan peluncuran perdana buku ABB. Kegiatan serupa juga akan diadakan di Kabupaten-kabupaten lain seperti Majene dan Mamuju. Selanjutnya, saat ini sudah mulai dipikirkan lagi untuk menerbitkan buku ke 2 yang merupakan lanjutan dari buku ini dengan melibatkan penulis-penulis yang ada di buku 1 serta mengajak perempuan-perempuan mandar yang lain untuk ikut bergabung. Insha Allah, mohon dukungan dari teman-teman agar buku 2 segera diluncurkan, berharap akan menyajikan yang lebih baik dan lebih bagus lagi dibanding buku 1.
Terima kasih atas apresiasi dari berbagai pihak yang sudah membantu dari terbitnya buku ini sampai diluncurkan nya hari ini. Terima kasih juga kepada donator dan penyantun, para sponsor acara ini, serta pihak-pihak lain yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu yang telah mendukung hingga acara ini sukses.  Sebelum saya akhiri sambutan ini, saya ingin membacakan pesan kindo unis sagena yang beliau kirimkan semalam lewat blackberry messenger; Mandar..berbanggalah pada perempuanmu yang mewangikanmu…perempuan berbanggalah pada amandaranmu ,,terbanglah setinggi mungkin, namun jangan lupakan akarmu..

Demikianlah sambutan yang dapat kami sampaikan mewakili penulis lain. Mohon maaf jika ada kekeliruan.
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamuaalaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: